Dakwah sebagai bagian integral dari ajaran Islam tidak hanya merupakan aktivitas penyampaian ajaran secara verbal, normatif dan tekstual, tetapi juga harus mencerminkan usaha transformasi spiritual dan sosial yang mendalam. Dalam praktik kontemporer, dakwah dihadapkan pada tantangan internal dan eksternal. Dakwah juga sering kali terjebak dalam pendekatan pragmatis, teknokratis, atau bahkan politis sehingga kehilangan kedalaman makna dan nilai-nilai substansialnya. Dalam konteks inilah, pentingnya menghadirkan pendekatan filosofis untuk membangun fondasi pemahaman yang utuh terhadap dakwah. Dakwah tanpa dasar filsafat, akan kehilangan arah, dangkal secara spiritual, dan reduktif secara sosial. Filsafat dakwah berfungsi sebagai refleksi kritis terhadap hakikat, arah, dan praktik dakwah dalam kehidupan sosial kontemporer.
Buku ini memberikan kerangka intelektual dan etis agar dakwah dipahami tidak sekadar sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai upaya rasional, spiritual, dan kontekstual. Dengan landasan ini, da’i dapat menyampaikan pesan Islam secara bijaksana, relevan, dan sesuai dengan dinamika masyarakat.
Buku ini hadir untuk membantu para da’i menemukan kerangka konseptual yang kuat agar dakwah dipahami bukan hanya sebagai praktik keagamaan, melainkan sebagai upaya intelektual dan spiritual yang mendalam, rasional, serta etis. Disusun secara sistematis untuk mengantarkan pembaca dari pemahaman konseptual hingga pembacaan kritis atas problematika dakwah dalam dunia modern. Buku ini dapat menjadi rujukan akademik sekaligus bahan refleksi bagi mahasiswa, dosen, da’i, serta siapa pun yang peduli terhadap masa depan dakwah Islam

