Perkembangan teknologi digital telah mengubah struktur interaksi sosial manusia secara fundamental. Perubahan ini ditandai oleh adanya migrasi besar-besaran aktivitas manusia ke ruang virtual, termasuk dalam aktivitas tabligh. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet dan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi panggung strategis bagi perkembangan tabligh digital.
Internet dan media sosial telah menjadi medium tabligh yang efektif karena mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara cepat, luas, serta melampaui batas geografis. Namun, pada saat yang sama, ruang digital juga menjadi arena pertarungan narasi yang kompleks: antara informasi yang sahih dan disinformasi, antara dakwah yang mencerahkan dan konten yang memecah belah, serta antara moderasi beragama dan ekstremisme digital.

