Perkembangan teknologi digital telah mengubah struktur interaksi sosial manusia secara fundamental. Perubahan ini ditandai oleh adanya migrasi besar-besaran aktivitas manusia ke ruang virtual, termasuk dalam aktivitas tabligh. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet dan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi panggung strategis bagi perkembangan tabligh digital.
Internet dan media sosial telah menjadi medium tabligh yang efektif karena mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara cepat, luas, serta melampaui batas geografis. Namun, pada saat yang sama, ruang digital juga menjadi arena pertarungan narasi yang kompleks: antara informasi yang sahih dan disinformasi, antara dakwah yang mencerahkan dan konten yang memecah belah, serta antara moderasi beragama dan ekstremisme digital.
Buku ini menyajikan formulasi bahasa tabligh yang mampu mengisi ruang-ruang digital dengan pesan-pesan keislaman yang positif, konstruktif, dan berlandaskan nilai moderasi beragama. Tabligh di era digital tidak sekadar memindahkan ceramah ke layar gawai, tetapi menuntut transformasi dalam kemasan pesan, strategi komunikasi, pemahaman terhadap karakteristik audiens digital, hingga penguasaan algoritma media sosial. Transformasi tersebut diarahkan agar pesan keislaman tidak hanya berisfat informatif, tetapi juga rekreatif, inspiratif, dan transformatif. Seluruh upaya tersebut tetap berlandaskan pada Al-Quran dan hadis sebagai penduan utama, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk komunikas digital serta visual yang relevan dengan konteks zaman.
Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, peminat tabligh digital, serta permerhati media digital.


