Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kaum perempuan. Tidak pernah terbayangkan oleh perempuan mana pun bagaimana mengidap penyakit kanker payudara. Demikian pula oleh penulis, Ahyani Raksanagara, yang berprofesi sebagai dokter. Sebagai dokter yang bertugas di lingkungan pemerintah (ASN), yang biasa menangani dan memberi edukasi kepada pasien, kini ia menjadi pasien yang harus ditangani oleh dokter subspesialis.
Melalui perjalanan panjang, yang tidak pernah direncanakan tetapi harus diterimanya, dr. Ahyani berhasil menaklukkan penyakit kanker payudara. Perjuangan sejak deteksi dini, pemeriksaan lanjutan, konsultasi ke dokter, operasi, radiasi, kemoterapi, operasi ulang, sampai dinyatakan bebas dari gejala dan tanda, dijalani dalam dinamika emosi yang luar biasa. Mulai dari menolak, marah, dan menerima serta bertahan, sampai pada bersyukur atas kondisi yang terjadi.
Perjalanan menghadapi kanker payudara mengajarkan penulis tentang keteguhan hati. Juga mengajarkannya sesuatu yang lebih dalam tentang kehidupan, tentang belajar bertahan, tentang belajar berserah diri, dan menemukan makna di tengah luka. Perjalanan tesebut beliau tuliskan dalam rangkaian cerita yang mengharu biru yang bisa Anda ikuti dalam buku. Sebuah buku yang ditulis dengan “hati”, dengan tujuan untuk memotivasi para penyintas kanker agar tetap berjuang dan bertahan. Juga untuk memberi pencerahan kepada semua perempuan agar terhindar dari penyakit kanker payudara.

