Manusia adalah makhluk multidimensional: biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Pemahaman mengenai perilaku sosial manusia tidak dapat dilepaskan dari kerangka nilai yang membentuk identitas individu dan kolektif. Dalam konteks umat Islam, nilai-nilai agama merupakan fondasi yang kuat dalam membentuk struktur kognitif, afeksi, dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, pendekatan integratif diperlukan agar seseorang dapat memahami psikologi sosial secara lebih utuh dan aplikatif, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga dalam kehidupan nyata.
Psikologi sosial dalam pendekatan Islam tidak netral secara nilai; ia berpihak pada kemaslahatan, keharmonisan sosial, dan pembebasan manusia dari ketertindasan, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual. Prinsip-prinsip Islam tentang kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), tanggung jawab kolektif, dan solidaritas lintas identitas menyediakan kerangka normatif yang penting bagi pengembangan psikologi sosial yang lebih humanis serta berkeadilan. Melalui pendekatan integratif antara teori-teori psikologi sosial Barat dengan nilai-nilai Islam, buku ini menawarkan perspektif alternatif dalam memahami perilaku sosial manusia, relasi antarindividu, dan dinamika masyarakat modern.



