Salah satu kondisi yang memengaruhi kelangkaan buku teks bermutu dewasa ini adalah kurangnya penghargaan dari lembaga berwenang (universitas dan kementerian pendidikan) terhadap jenis karya tersebut, dibandingkan dengan karya berupa artikel penelitian di jurnal ilmiah, khususnya di jurnal internasional. Padahal, sumberdaya berupa literatur, pikiran, tenaga dan waktu yang dibutuhkan penulisnya untuk menyusun buku ilmiah, apalagi buku filsafat yang umumnya lebih sulit ditulis, boleh jadi lebih banyak dibandingkan dengan sumberdaya untuk menyusun artikel ilmiah di jurnal.
Tidak banyak pakar komunikasi di Indonesia yang menyusun buku filsafat komunikasi yang mungkin dianggap abstrak dan cenderung mengawang-awang. Namun sebagai pertanggungjawaban akademik, kami susun juga buku filsafat komunikasi ini. Kami menganggap disiplin ini penting sebagai fondasi ilmu komunikasi, selain sebagai mata kuliah utama dalam kurikulum komunikasi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.



