Dari mana sebenarnya datangnya kesadaran manusia?
Riset terbaru dari SRI (Stanford Research Institute) yang dipresentasikan di Basilika Santo Petrus menyatakan bahwa kesadaran kita ternyata terbelah menjadi dua spektrum: Pertama, kesadaran lokal (local consciousness). Ini adalah hasil dari proses fisik-kimiawi di dalam jaringan neural kita. Kemampuan kita berbicara, menghitung saldo bank, membaca laporan tahunan, hingga melihat warna adalah buah dari mekanisme ini. Kedua, dan yang paling provokatif, adalah kesadaran nonlokal (nonlocal consciousness). Ini adalah kesadaran yang tampaknya tidak bersumber dari aktivitas otak.
Buku ini memandu kita menelusuri tujuh spektrum besar pemikiran tentang kesadaran: dari Materialisme yang menegaskan bahwa otak adalah segalanya (Patricia Churchland, Paul Churchland, Daniel Dennett), melewati Fungsionalisme dan Dualisme Properti, menuju Teori Informasi Terintegrasi, Panpsikisme, hingga Idealisme dan Filsafat Perennial yang berpandangan bahwa kesadaran justru mendahului materi. Setiap perspektif dipaparkan dengan kejernihan dan keadilan, tanpa memaksakan satu jawaban tunggal—sebuah keberanian intelektual yang patut diapresiasi.

