Buku Digital Public Relations Writing : Relevansi Kemampuan Menulis di Era AI ini lahir dar kegelisahan sekaligus refleksi atas pertanyaan: “Jika semua bisa ditulis oleh AI, apa yang tersisa bagi manusia?” Buku ini hadir bukan sekadar buku ajar teknis, melainkan sebuah konstruksi epistemik tentang transformasi Public Relations Writing dari skill teknis menjadi kompetensi strategis berbasis human-AI collboration. Buku ini tidak menolak teknologi, tetapi juga tidak menyerahkan sepenuhnya proses komunikasi kepada mesin. Ia berangkat dari keyakinan bahwa manusia tetap memiliki peran tidak tergantikan.
PR Writing tidak sedang mati di era AI, tetapi sedang mengalami redefinisi menjadi praktik strategis berbasis kolaborasi manusia dan mesin. Dalam konteksi ini, menulis tidak lagi hanya tentang kemampuan merangkai kata, tetapi tentang kemampuan mengelola makna. AI dapat membantu menyusun kalimat, tetapi manusia yang menentukan arah pesan. AI dapat mengolah data, manusia memberi konteks dan nilai.
Buku ini diproyeksikan menjadi blueprint konseptual dan pedagogis untuk membentuk PR writer generasi baru yang mampu beroperasi dalam ekosistem komunikasi berbasis AI tanpa kehilangan kapasitas strategis, etis, dan humanistiknya. Dirancang menjawab kebutuhan pembelajaran yang tidak lagi linear, tetapi adaftif terhadap perubahan teknologi.
Buku ini relevan bagi mahasiswa, akademisi, maupun praktisi komunikasi yang ingin memahami masa depan public relations umumnya serta PR writing khususnya. Sebuah panduan sekaligus refleksi insan komunikasi untuk tetap relevan, strategis, namun manusiawi di era popularisasi teknologi kecerdasan buatan.
Testimoni:
“Buku ini penting dibaca, isinya sangat relevan dengan saat ini, yang sarat kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi.” Prof. Dr. K.H. Dadang Kahmad (Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi / Guru Besar Sosiologi Agama UIN SGD Bandung)
“Kolega lama saya ini menggeluti dunia akademisi dan praktisi kehumasan setelah lama bersama menjadi jurnalis. Karena itu, buku ini tidak euphoria sekaligus tidak antipati artefak zaman mutakhir semacam AI. Layak dibaca!” Doni Ismanto Darwin (Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik)
“Buku karya Dr. Muhammad Sufyan Abdurrahman ini menekankan teknologi dan AI dapat menjadi alat pendukung, namun kreativitas, etika, dan sentuhan manusia tetap menjadi inti komunikasi publik.” Aiman Witjaksono (Pemimpin Redaksi iNews (iNews, RCTI, MNCTV, GTV, Radio Trijaya, iNews ID, @officialNews)



