Komunikasi bukan hanya soal kata, suara, atau sinyal. Komunikasi merupakan pengalaman hidup: bagaimana manusia memahami, merasakan, dan memberi makna pada dunia serta pada kehadiran orang lain. Buku ini mengajak pembaca melihat komunikasi dari sisi yang paling dalam, yakni dari dalam kesadaran manusia itu sendiri.
Dengan pendekatan fenomenologi komunikasi, buku ini mengajak pembaca menyelami bagaimana makna lahir dari pengalaman, bagaimana “aku” bertemu “yang lain”, dan bagaimana realitas dibangun melalui percakapan, keheningan, simbol, dan rasa. Komunikasi tampil sebagai peristiwa batin sekaligus sosial yang membentuk cara manusia memaknai hidup.
Buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga menjadi peta jalan bagi siapa pun yang ingin meneliti komunikasi secara mendalam. Mahasiswa, dosen, dan peneliti dapat menjadikannya sebagai panduan praktis dalam menyusun skripsi, tesis, disertasi, maupun riset-riset besar yang berangkat dari pengalaman nyata manusia.
Membaca buku ini, serupa dengan menempuh perjalanan ke dalam diri: menyadari bagaimana manusia memaknai, dipahami, dan saling menghadirkan dunia. Buku ini mengundang pembaca untuk melihat komunikasi bukan semata sebagai teknik, melainkan sebagai pengalaman ekistensial yang menghubungkan makna, kesadaran, dan kehidupan

