Salah satu kondisi yang memengaruhi kelangkaan buku teks bermutu dewasa ini adalah kurangnya penghargaan dari lembaga berwenang (universitas dan kementerian pendidikan) terhadap jenis karya tersebut, dibandingkan dengan karya berupa artikel penelitian di jurnal ilmiah, khususnya di jurnal internasional. Padahal, sumberdaya berupa literatur, pikiran, tenaga dan waktu yang dibutuhkan penulisnya untuk menyusun buku ilmiah, apalagi buku filsafat yang umumnya lebih sulit ditulis, boleh jadi lebih banyak dibandingkan dengan sumberdaya untuk menyusun artikel ilmiah di jurnal.
Tidak banyak pakar komunikasi di Indonesia yang menyusun buku filsafat komunikasi yang mungkin dianggap abstrak dan cenderung mengawang-awang. Namun sebagai pertanggungjawaban akademik, kami susun juga buku filsafat komunikasi ini. Kami menganggap disiplin ini penting sebagai fondasi ilmu komunikasi, selain sebagai mata kuliah utama dalam kurikulum komunikasi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“This book is really a gift to the scholarly community of Indonesia. It is a masterpiece among communication books in the Indonesian language. The authors present accesible versions of the various phenomenological ideas put forward by prominent philosophers. I can’t think of a better contribution to the future of Indonesian social science research for its potential impact on how research work can be done. This is truly a gift to the community.”
Danies S. Helman, Ph.D.
Alumnus-California State University, Long Beach & Prescott College, Arizona, USA.
Executive Director – Winkle Intitute, A Group of Independent Scientist, Venice, California, USA
“Buku yang istimewa dan langka, ditulis oleh dua pakar komunikasi terkemuka di Indonesia>”
Prof. Dr. Lely Arrianie, Dra. M.Si.
Guru Besar LSPR Institute of Communication & Business, Jakarta
“Media baru membuat relatif semua orang bisa tampil. Orang bisa bikin medianya sendiri. Tapi pernahkah mereka berpikir: ketika tersaji sebagai sebuah penampakan, pengalaman, dan kesadaran, apakah arti semua itu? Buku ini wajib dibaca. Ia mengajak kita untuk mengendapkan sejenak hal-hal terbaru berdasarkan aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi-nya. Kalau tidak, manalah lagi sisa komunikasi interaktif di era ini?”
Effendi Gazali, M.Si.,M.P.S.I.D, Ph.D.
Pakar/PEngamat Komunikasi Politik
Alumnus Cornell University, NY-USA & Radboud University, The Netherlands.
“Tentang buku ini, hanya satu kata : Excellent!”
Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si.
Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi dan
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Padjadjaran


