Saat ini, kita sedang berada dalam momen yang paling menarik dan membingungkan dalam sejarah manusia: “Era Kecerdasan Buatan (AI) dan Koneksi Tanpa Batas”. Dunia kita dipenuhi oleh data, algoritma, dan janji kemudahan. Kita bisa terhubung dengan siapa saja, kapan saja, di mana saja. Namun, di balik kecepatan dan kecanggihan ini, ada pertanyaan penting yang semakin mendesak: Di tengah begitu banyak koneksi, mengapa kita justru merasa semakin kesepian dan terasing?
Fenomena ini adalah inti dari apa yang kami sebut krisis komunikasi empatik kontemporer. Kita telah melatih mesin untuk berbicara dengan sangat meyakinkan—AI bisa menulis esai, merangkum buku, bahkan membuat puisi. Namun, kemampuan lisan manusia untuk menyampaikan perasaan, mendengarkan dengan tulus, dan menebar kebahagiaan, malah sering terabaikan. Di media sosial, kebenaran sering kalah oleh kecepatan, dan kehangatan hati terhalang oleh layar kaca.
Buku Komunikasi Empatik: Perspektif Filsafat dan Sains ini hadir sebagai peta jalan untuk keluar dari krisis tersebut. Bukan sekadar buku teori komunikasi, melainkan ajakan filosofis untuk menemukan kembali keseimbangan terdalam dalam diri kita: keseimbangan antara rasionalitas (akal) dan empati (hati) .Disusun dalam dua bagian utama yang akan memandu kita secara bertahap. Bagian 1: Komunikasi Empatik, membahas bagaimana cara empati bekerja. Bagian 2: Empati di Ruang Publik Digital membahas bagaimana empati harus menjadi perangkat etis saat berinteraksi dengan teknologi
Buku ini menegaskan bahwa lisan yang menebar kebahagiaan hanya mungkin tercipta ketika ia didukung oleh akal yang kritis dan hati yang penuh kasih. Tujuannya bukan untuk membuat kita menolak teknologi, melainkan untuk menjadikan kita pengguna teknologi yang lebih manusiawi. Pada satu sisi, buku ini menawarkan solusi praktis untuk kita; kita bisa langsung menerapkan panduan dalam buku ini untuk kehidupan sehari-hari. Pada sisi lain, buku ini mengajak kita merenung menyelami kedalamam filosofis dari sains, teknologi, filsafat, seni, peradaban, dan eksistensi diri kita sendiri.
Buku karya DIMITRI MAHAYANA lainnya : ARTIFICIAL INTELLIGENCE; Transformasi Digital dan Masa Depan Indonesia

