Pernah nggak ngebayangin gimana Nabi Adam pertama kali diciptakan Tuhan? Di surga semua yang dia inginkan ada, tapi dia nggak punya teman yang sama seperti seperti dirinya. Sepi kali ya? Nggak ada orang bisa diajak curhat atau nongkrong. Ma- kanya setelah Tuhan menciptakan Hawa sebagai teman hidupnya Adam kegirangan. Ada teman yang bisa mengisi hari-harinya yang sepi.
Bayangin kalo hal itu terjadi ama Kamu! Kamu sendirian di dunia, nggak ada yang lain. Atau, banyak yang lain, tapi Kamu nggak bisa ngapa-ngapain ama mereka. atau, tiba-tiba teman-temanmu menjauh. Orang lain nggak care ama Kamu. Bahkan sahabat or pacar yang anggap paling baik dan paling setia pun tiba-tiba kamu ngacuhin kamu!
Nggak mau khan kayak gitu? Makanya, Kamu mesti pandai-pandai menjaga hubunganmu dengan orang lain. Kamu mesti menguasai seni berteman (bergaul) dengan orang lain. Pertemanan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manu- sia. Melalui pertemanan manusia membentuk jati diri dan karakternya. Melalui per- temanan juga manusia mampu menemukan sisi terbaik atau terburuk dari kehidupan- nya untuk dijadikan pelajaran hidup di masa yang akan datang.
Buku ini mengajakmu untuk mengenali, menghadapi, menghindari atau mengatasi persoalan hidup melalui rambu-rambu pertemanan. Buku ini nggak cuman ngasih Kamu pedoman berteman, tapi juga berisi gimana cara berkomunikasi dan menya dari kesalahanmu dalam berteman. Buku ini juga bikin Kamu nyadar bahwa apa yang sering Kamu lihat dan dengar bisa jadi sumber inspirasi dalam berteman. Nggak per caya? Baca aja deh buku ini sampe tuntas!

