Setiap hari kita melihat orang-orang di sekitar kita menggunakan AI dengan antusiasme yang besar dan pertanyaan yang sangat sedikit. Mereka menyerahkan pertanyaan hidup kepada mesin ini. Mereka memercayakan keputusan penting kepada sistem yang cara kerjanya tidak mereka pahami. Dan mereka merasa baik-baik saja dengan itu semua.
Kita percaya bahwa AI adalah salah satu perkembangan paling penting dalam sejarah manusia. Justru karena AI begitu penting, kita harus memahaminya dengan lebih dalam dari sekadar cara menggunakannya. Pertanyaan yang paling penting bukan: “AI bisa apa?” Pertanyaan yang paling penting adalah: “AI membawa apa yang tidak ia tunjukkan?” Inilah pertanyaan yang disebut dalam buku ini sebagai ketidaksadaran AI.
Penulis memilih enam pemikir: Freud, Lacan, Jung, Deleuze, Foucault, dan Sheldrake sebagai panduan untuk pertanyaan-pertanyaan tesebut. Mereka hidup di zaman yang berbeda. Mereka berbicara tentang hal yang berbeda. Namun, mereka semua memiliki satu obsesi yang sama: apa yang tersembunyi di balik permukaan? Apa yang bekerja tanpa kita sadari? Apa yang menentukan segalanya tanpa pernah terlihat?
Pertanyaan-pertanyaan mereka adalah pertanyaan yang paling kita butuhkan hari ini, ketika jutaan orang Indonesia berinteraksi dengan AI setiap hari tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar.
Buku ini ditulis untuk semua kalangan. Bukan hanya untuk mereka yang sedang menjalani proses belajar (siswa, mahasiswa, guru, dosen), melainkan juga untuk para orang tua, para pejabat yang merancang kebijakan, serta Anda yang pernah merasakan─meski sekilas─ bahwa ada sesuatu yang tidak beres ketika kita berinteraksi dengan AI.

