Kampanye dan pemasaran politik merupakan elemen kunci dalam proses demokrasi modern. Pada era digital, perkembangan media sosial, platform digital, dan teknologi berbasis data mengubah secara fundamental cara pesan politik diproduksi, disebarkan, serta diterima oleh masyarakat. Arus informasi yang cepat, masif, dan sering kali bersifat partisan menuntut masyarakat, akademisi, serta praktisi politik untuk memiliki pemahaman yang kritis terhadap dinamika komunikasi politik. Tanpa pemahaman yang memadai, ruang publik digital berpotensi menjadi arena manipulasi opini, polarisasi, dan penurunan kualitas partisipasi demokratis.
Buku Komunikasai Politik: Transformasi Kampanye dan Pemasaran pada Era Digital hadir sebagai upaya untuk menjelaskan perubahan tersebut secara sistematis dan kontekstual. Dengan menempatkan Indonesia sebagai fokus kajian, buku ini menguraikan bagaimana media sosial, kecerdasan buatan, dan teknologi digital lainnya merekonstruksi strategi kampanye, pemasaran politik, serta interaksi antar aktor politik dengan khalayak. Transformasi yang dibahas tidak hanya mencakup perubahan media dan teknik komunikasi, tetapi juga pergeseran nilai, strategi, dan relasi kekuasaan dalam praktik politik kontemporer.
Selain itu, buku ini membahas peran khalayak, efek komunikasi politik, serta pembentukan opini publik dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Media dipahami sebagai ruang publik baru yang mempertemukan kepentingan demokrasi dan logika pasar, sekaligus membentuk persepsi, kepercayaan, serta partisipasi masyarakat. Melalui analisis kampanye dan pemasaran politik digital, buku ini menawarkan kerangka konseptual serta reflektif untuk memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara strategis dan bertanggungjawab. Buku ini menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi komunikasi dan politik, juga bagi siapa pun yang ingin memahami wajah baru politik dan demokrasi pada era digital.

